Pada akhir minggu ada kesempatan untuk berkeliling Yogyakarta. Dengan suster Mary CM kami pergi ke Taman Sari yang dulu digunakan oleh raja dan putri-putrinya. Dekat teman itu susteran TMM terletak. Kami masuk ke dalam dan bertemu denga suster Faustina yang belajar di Jogja. Sesudah minum dan bercerita bersama kami memasuki taman. Banyak turis dari seluruh dunia - juga dari Polandia ada di situ. Kami berjalan-jalan dan mengambil puluhan foto karena tempat itu bagus untuk pemotretan atau berlatih fotografi. Kami menikmati dan sering tertawa. Suster Faustina tahu taman itu dengan baik karena tinggal di situ.

Kemudian kami berdoa di kapel biara TMM. Pukul jam 12:00 kami berdoa dengan Bunda Maria - Malaikat Tuhan dan ibadat siang. Lalu kami dengan Grab pergi ke Jalan Malioboro untuk belanja. Saya mau beli buah tangan untuk teman di Taiwan. Para suster membantu memilih oleh-oleh dan tawar dengan penjual di pasar. Kami juga makan siang bersama di warung. Harga makanan dan minuman tidak terlalu mahal - Rp 100 000 untuk tiga orang. Nanti kami pergi ke kantor Pos Indonesia sehingga mengirim paket ke luar negeri. Pengiriman sangat mahal. Harganya syal dan kain kira-kira Rp 100 000 dan pengirimannya lebih daripada Rp 200 000. Tetapi tidak ada pilihan yang lebih murah.

Sesudah itu saya pamit dengan teman suster dan berjalan ke biara ADM. Di situ ada perlu untuk misa dalam bahasa Inggris. Maka saya menginap di susteran dan pagi-pagi memimpin misa untuk mereka. Waktu kami makan pagi bersama kucing dan tikus besar memasuki ruang makan. Itu membuat para suster takut dan mereka berteriak. Kucing sangat berani tapi tidak bisa membunuh tikusnya. Hanya mau bermain-main dengannya. Oleh karena itu, kami punya penampilan yang luar biasa dan menarik. Saya pulang ke biara SVD dengan senang hati.

Yogyakarta

26 October 2019

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)