Saya belum melihat di Polandia tangan wanita yang sangat letih dan keras, seperti di sini - di bagian timur Indonesia, Flores. Setiap hari Minggu, ketika saya meletakkan Tubuh Kristus pada tangan orang dewasa, saya mengerti bagaimana kerasnya lelaki dan perempuan Indonesia bekerja menggunakan tangan mereka. Tangan-tangan ini menerima komuni kudus pada setiap kali Misa. Yesus datang kepada orang-orang sederhana dan lemah untuk menguatkan mereka. Ia berkata: "Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang dibebani, dan Aku akan memberi kamu kelegaan" (Matius 11:28).

Minggu lalu, 10 Februari 2019, saya berkonselebrasi di Paroki Kewapante, Maumere. Seperti biasa gereja itu penuh dengan orang-orang yang ramah dan suka tersenyum pada saya. Mereka bertanya: “Pater berasal dari mana?” dan “Berapa lama Pater akan tinggal di Indonesia?” Pada akhir Misa saya berusaha untuk menjawab dalam bahasa Indonesia: “Saya berasal dari Polandia, jadi saya tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Saya lahir di Polandia selatan, dekat kota Santo Paus Yohanes Paulus II yang bernama Wadowice. Ketika saya berumur 19 tahun, saya masuk novisiat Serikat Sabda Allah. Saya belajar di Seminari Tinggi di Polandia dan ditahbiskan sebagai imam tanggal 21 Mei 2006. Selama dua tahun saya bekerja di paroki dan mengajar di sekolah menengah. Setelah itu saya melanjutkan studi dan menjadi dosen. Pada November tahun lalu saya datang ke Indonesia untuk mengajar di Seminari Tinggi Ledalero. Saya senang bertemu dengan kalian".

Umat Paroki Kewapante sangat puas dan menyambut saya dengan tepuk tangan. Setelah perayaan Ekaristi saya diundang untuk menikmati teh oleh para suster SSpS yang mempunyai rumah sakit dekat paroki. Kemudian, saya makan siang bersama para imam SVD. Sementara itu, banyak anak-anak muncul di pastoran. Meskipun pada malam sebelumnya beberapa jalan di kota kebanjiran, semua orang ingin bertemu bersama, memuji Tuhan dan meminta berkat. Di gereja Katolik, mereka mendapatkan kekuatan untuk kerja mereka. Selain itu, mereka tidak menyerah jika ada penderitaan. Di komunitas paroki mereka merasa aman dan kami - para imam dan misionaris - terus-menerus menemani mereka dan memberi mereka Tubuh Kristus.

Tangan yang Letih dan Keras

11 February 2019

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)