Tahun 2019 adalah tahun pertama saya di Indonesia. Dulu saya selalu tinggal selalu di Eropa atau Amerika Serikat. Tahun 2019 adalah tahun pertama saya di Asia. Saya mau bekerja di Asia sebagai seorang misionaris. Tetapi saya harus menunggu lama untuk dapat izin dari pemimpin Serikat Sabda Allah.

Tahun 2019 adalah tahun penuh dengan teman-teman baru dari Indonesia. Tahun penuh pengalaman yang istimewa. Dari pulau Jawa saya terbang ke pulau Flores dan mulai hidup di Seminari Tinggi Ledalero.

Sepanjang tahun ini saya juga menjadi seorang murid bahasa Indonesia. Pelan- pelan saya belajar kata per kata, kalimat per kalimat dalam bahasa baru. Proses itu sangat menyenangkan serta membosankan. Ada hari ketika saya semangat dan ada hari ketika saya merasa lelah.

Apalagi saya harus belajar cuaca dan makanan Indonesia. Saya mengalami musim hujan dan musim kemarau. Terkadang saya sakit dan pergi ke dokter supaya dapat obat. Bulan Maret kemarin saya sakit perut karena makanan berbeda. Kemudian waktu saya berenang di Laut Flores saya berdiri di atas bulu babi. Oleh karena itu, hampir satu bulan saya tidak bisa berjalan.

Selain itu pada tahun 2019 saya berkeliling Pulau Flores dan Pulau Timor. Saya mengunjungi banyak kota seperti Maumere, Bajawa, Larantuka, Labuan Bajo, Ende, Kupang, Atambua, serta Dili. Setiap enam bulan saya mesti keluar Indonesia untuk mengurus Visa baru. Itu kesulitan untuk semua misionaris di Indonesia.

Saya sangat senang karena bisa tinggal dengan orang Indonesia. Pasti ada banyak hal yang saya perlu pelajari. Tetapi orang Indonesia ramah dan baik hati, menurut saya. Jadi, walaupun hidup di negara lain bisa sulit untuk orang asing, saya berterima kasih untuk tahun lalu.

Saya juga punya pengalaman yang luar biasa di Universitas Sanata Dharma di Yogyakarta. Sepanjang tiga bulan saya belajar bahasa Indonesia di situ dengan teman-teman dari seluruh dunia - dari Timor Leste, Cina, Jepang, Mexiko, Kenia, Kamerun, dan Brasil. Di kota istimewa ini saya mengunjungi beberapa tempat wisata dan juga Gua Maria di sekitar Jogja.

Ada waktu untuk jalan ke Surabaya, Jakarta, Malang, Batu, Batam dan Singapura. Di semua tempat itu saya bertemu dengan orang baik. Mereka mengundang saya ke rumah mereka dan kami sering makan bersama. Saya dapat hadiah dan berkat dari Tuhan, Serikat Sabda Allah, dan juga dari teman-teman baru di Indonesia. Sekarang saya doakan mereka masing-masing dan menjaga kenang-kenangan yang menyenangkan. Makasih. Matur nuwun.

Tahun Pertama

08 January 2020

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)