Bulan-bulan pertama adaptasi di Provinsi Ende di Flores timur berlalu dengan cepat. Selama masa ini, saya dapat bertemu dengan para misionaris hebat yang telah bekerja di sini selama lebih dari 50 tahun. Pertama di rumah sakit St. Vincentius a Paulo di Surabaya saya bertemu dengan Pater Stanisław Pikor dan Włodzimierz Gorgon. Kemudian saya mengunjungi Romo Tadeusz Gruca yang tinggal di rumah retret di Riung, dan bersama dengannya kami pergi ke  Romo Czesław Osiecki yang tinggal di "Taman Kerahiman", tempat Belas Kasih Ilahi. Saat ini, Romo Włodzimierz Gorgoń tinggal di rumah itu untuk para konfrater yang sakit dan lanjut usia, tidak jauh dari seminari Ledalero. Bersamanya saya memiliki kesempatan untuk mengalami Natal pertama saya di Indonesia.

Kemanapun saya pergi, orang-orang dan para konfrater masih ingat para Misionaris Polandia yang mempersembahkan seluruh hidup dan hati mereka bagi orang-orang di Indonesia. Ketika saya bertemu dengan para misionaris yang berpengalaman ini, saya melihat di dalam diri mereka keramahan dan kasih yang besar kepada orang Indonesia. Memperhatikan orang-orang yang ada di sekitarnya dan peduli akan kesehatan serta kondisi fisik mereka, saya yakin layak untuk mengabdikan diri pada pekerjaan misionaris. Saya menerima rahmat panggilan misioner dari Tuhan dan karena itu saya juga dapat memenuhi rencana keselamatan kekal bagi orang-orang di negara yang jauh dan dengan budaya yang berbeda. Allah Bapa yang membimbing hidup kita dan menuntun kita di jalan yang terbaik serta paling cocok untuk kita. Dengan berbicara dan mendengarkan para konfrater yang lebih tua dari Tarekat Sabda Allah, saya belajar kerendahan hati, kesabaran, dan pada saat yang sama belajar tentang bagaimana cara mempersembahkan penderitaan saya bagi orang lain.

Provinsi Ende mirip dengan Provinsi SVD Polandia, karena mayoritas dari para romo dan bruder adalah orang Indonesia. Provinsialat terletak di kota Ende, di bagian tengah pulau itu, tempat Pater Jenderal Budi Kleden  berasal. Larantuka, Ende dan Ledalero (dekat Maumere) adalah pusat SVD utama di sini. Di setiap rumah ini, hampir 100% penduduk adalah orang Indonesia. Ada banyak pastor dan bruder setengah baya di seminari, sehingga mudah untuk berkomunikasi dengan mereka. Kami biasanya berbicara dalam bahasa Indonesia, tetapi kadang-kadang kami membantu diri sendiri dengan bahasa Inggris atau Italia, karena banyak profesor belajar di Eropa. Anda masih dapat merasakan masa muda dan vitalitas Gereja. Setiap paroki dan rumah-rumah pembinaan bersemangat dengan kehidupan, dan banyak kaum muda ingin bergabung dengan hidup religius. Jika orang tua memiliki anak yang memutuskan untuk menjadi orang yang dikuduskan, itu adalah kehormatan dan kegembiraan yang besar bagi keluarga.

Setiap imam dan biarawan-biarawati dihormati di sini, dan orang muda serta anak-anak selalu meminta berkat, menjabat tangan imam dan menyentuhkannya pada dahi mereka. Meskipun hanya satu kali misa suci dirayakan di gereja-gereja pada hari Minggu, kita dapat merasakan komitmen orang muda dan kesediaan mereka untuk bertemu dengan Yesus dalam Ekaristi. Nyanyian paduan suara, pancaran kegembiraan di mata anak-anak, senyum di wajah wanita dan pria yang lebih tua adalah hadiah untuk panggilan misionaris. Bersama dengan para pater SVD, saya berharap semoga yang terbaik untuk Natal dan Tahun Baru 2019. Semoga cinta  dari Sabda Allah yang  menjelma terus mengobarkan hati kita untuk karya pelayanan yang lebih bermanfaat bagi kebaikan Gereja.

Tahun Baru di Flores

16 January 2019

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)