Pertanyaan orang Farisi kepada murid Yesus ini juga menjadi pertanyaan ku sepanjang hari ini. Saya merasakan sebagai orang berdosa yang dipilih Yesus. 

Kataku kepada Yesus: “Guru mengapa Engkau mau duduk dan makan bersama aku orang yang berdosa ini?” kemudian kutanya pada diriku “Bagaimana rasanya duduk semeja dan makan bersama Yesus?”

Rasa syukur dan bahagaia. Saya merasa sangat dikasihiNya. Saya tidak perlu ragu lagi. Sekarang yang perlu bagi saya adalah bagaimana hidup sebagai orang yang dipanggil, dipilih dan diutus. 

Rasa syukur dan bahagia ini mendorongku untuk berani beralih dari dosa kepada pelayanan yang tulus iklas, sukacita bersama komunitas dan kembali membangun niat untuk hidup lebih baik hari demi hari. 

Belajar dari Santo Matius rasul, pengarang Injil dan martir; aku juga diundang untuk memberi hidupku bagi Allah dan sesama, bagaimana hidupku memberi kesaksian bahwa belas kasih dan kerahiman Allah lebih besar daripada dosa dan kelemahan kita.


Salam dan doa,

S. Sisilia Andri SSpS

St. Mateus

21 September 2018

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)