Indonesia adalah sebuah negara yang jauh dari negara-negara lain. Sangat berbeda dengan negara-negara Eropa yang kita kenal. Ia hanya mempunyai dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Makanan utama Indonesia adalah nasi yang disajikan tiga kali sehari. Warna kulit penduduknya adalah sawomatang.

Meskipun demikian, Indonesia sangat indah bukan hanya dari keindahan alam saja, tetapi juga keramahtamahan penduduknya. Hal ini terungkap langsung dari hati. Setelah beberapa bulan tinggal di Flores, dan lebih tepatnya di Ledalero, Maumere, saya sudah punya banyak pengalaman yang menarik. Di setiap tempat yang saya kunjungi, saya bertemu dengan banyak orang yang ramah dan murah senyum. Pada umumnya orang masyarakat Flores bekerja keras sebagai petani, nelayan, dan pengrajin sederhana. Mereka menjalankan tugas mereka dengan gembira dan tekun.

Senyuman yang mereka berikan menguatkan saya untuk tinggal bersama di tempat tinggal mereka, antara lain di Seminari Tinggi Ledalero, tempat di mana saya mulai belajar bahasa Indonesia, juga di biara-biara sekitar tempat saya merayakan Ekaristi suci. Selain itu di gereja-gereja dan kapel yang saya kunjungi setiap hari Minggu. Di samping itu saya juga mengunjungi rumah-rumah umat sederhana untuk makan bersama mereka. Saya juga melihat kegembiraan dari wajah anak-anak dan remaja yang saya jumpai di sekolah-sekolah dasar dan menengah. Mereka gampang diajak untuk berbicara, mereka senang dan puas.

Di daerah Maumere, ada banyak komunitas-komunitas biara, di mana para calonnya belajar filsafat dan teologi di Seminari Tinggi Ledalero. Iklim pulau Flores adalah tropis, tanahnya subur ditumbuhi banyak pohon buah-buahan seperti mangga, pisang, pepaya dan lain lain, serta aneka bunga yang indah dan berwarna-warni. Dalam kehidupan beragama orang Flores sangat giat dalam kehidupan mengereja. Ada banyak panggilan untuk hidup bakti di sini. Sangat kelihatan ekspresi kegembiraan pada wajah para calon yang ingin hidup membiara, sebagai imam, suster, bruder dan frater.

Saya merespons setiap senyuman mereka dengan hati gembira. Saya menyadari bahwa panggilan yang sedang bertumbuh dalam hati adalah ramah Tuhan sendiri. Karena itu sikap bersyukur kepada Tuhan adalah salah satu cara ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan.

Senyum dari Hati

18 March 2019

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)