Paskah ini saya tinggal bersama dengan Pater, Stefan Wrosz, SVD di Provinsi Manggarai, tepatnya di stasi misi paroki St. Yoseph Kisol. Saya meninggalkan seminari tinggi Ledalero pada Kamis sebelum Minggu Palem, karena di Taman Kerahiman ada misa pemakaman misionaris Indonesia - Pastor Czesław Osiecki SVD (12/04/2019). Kemudian saya berangkat ke Mataloko untuk menunggu transportasi ke Manggarai. Saya tiba pada Minggu Palem dan bertemu Pastor Stefan, yang telah menunggu saya.

Setelah beberapa hari bersama, pada Kamis Suci, kami pergi bersama ke stasi misi yang disebut Nangarawa. Umat menyambut kami dengan senang hati, karena pembangun gereja lokal juga adalah seorang misionaris Polandia - Pastor Jan Olęcki SVD. Setiap hari  kami mengadakan Triduum kami mengawali dengan menyanyikan "ratapan" di pagi hari, jam 6:00 (WIB). Kemudian dilanjutkan dengan persiapan liturgi bersama dengan umat. Mereka sangat  bersemangat untuk datang dan membersihkan gereja, latihan menyanyi dan liturgi. Mereka jarang memiliki imam untuk merayakan Ekaristi di sini. Perjalanan ke stasi misi dirusak oleh banjir. Tidak ada jaringan telepon, atau akses Internet, dan listrik yang ada hanya generator.

Kami tinggal dekat gereja. Meskipun tempatnya sederhana namun tidak memadamkan semangat misi kami dalam pelayanan pastoral. Kami tidak kekurangan makanan, karena selalu ada orang yang membawakan makanan untuk kami, sehingga selalu tersedia buah segar dan air minum di atas meja. Stasi kami cukup dekat dengan laut, sehingga kami bisa dapat ikan yang enak dan segar. Ikan tersebut dimakan dengan nasi. Pada hari Kamis Putih, saya memimpin Ekaristi, lagi pada hari Jumat dan Sabtu Suci, liturgi dipimpin oleh Pastor Stefan. Saya memimpin misa lagi pada hari Minggu Paskah. Setiap hari banyak umat beriman yang datang dengan penuh semangat  dari berbagai stasi dari paroki ini. Koor dibagi atas tiga kelompok. Mereka menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa Latin dan Indonesia. Perayaan Paskah juga dihadiri oleh anak-anak yang selalu mendekati altar untuk mendapatkan berkat. Beberapa anak agak takut dan bahkan menangis ketika melihat misionaris, bule” - mungkin untuk pertama kali dalam hidup mereka.

Saya mendapat kesempatan untuk berbicara dan melihat kehidupan sehari-hari penduduk Manggarai. Mereka adalah orang-orang yang sangat ramah dan terbuka terhadap iman Kristen. Para suster dan pater merasa nyaman disana. Para misionaris tidak kekurangan apa pun. Namun, kadang-kadang, orang Indonesia sedikit terkejut bahwa kami datang dari Polandia untuk memberitakan Injil di Flores. Meskipun iman mereka kuat,  diantara mereka, belum ada panggilan religius di stasi Nangarawa. Karena itu, saya meminta mereka untuk berdoa sehingga tahun depan ada satu orang muda yang bersedia untuk "mengikuti Yesus".

Saya dukungan doa dari Gereja di Indonesia, karena masih banyak yang harus dilakukan untuk umat beriman disini.           

SELAMAT PESTA PASKAH

29 April 2019

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)