Setiap manusia dalam takarannya yang berbeda-beda  mempunyai pengalaman merasa takut. Dari pengajaran Yesus kepada para murid dalam perikop Injil hari ini (Luk 12: 1-7) saya mencoba menyadari rasa takut yang ada.

Ada rasa takut mengakui diri apa adanya sehingga bersikap munafik. Misalnya tidak ingin dilihat sebagai orang lemah, sehingga muncul kecemasan kalau sakit. Berbagai usaha untuk menjaga kesehatan dilakukan. Di depan sesama selalu berusaha tampil kuat dan segar. Banyak waktu digunakan untuk memperhatikan diri sendiri sehingga pelayanan kepada sesama yang membutuhkan kurang maksimal. 

Tidak ingin mengecewakan orang lain, sehingga selalu berkata “ya” apabila dimintai bantuan padahal tugas utama belum diselesaikan dengan baik. Takut pada apa kata orang. Takut pada figur yang tegas, dominan dan menuntut. Takut tidak diterima secara ramah dan hangat dalam suatu kelompok.

Berbagai rasa takut dan kecemasan yang tidak tepat sering mengaburkan identitas kita sebagai yang berharga bagi Allah.  Dalam pengajaranNya hari ini Yesus mengundang kita untuk mempunyai rasa takut yang benar. Yaitu  takut kepada Allah, yang mempunyai kuasa penuh atas hidup dan mati kita.

Yang menjadi dasar kita takut kepada Allah bukanlah hukuman, tetapi kesadaran sebagai yang dikasihi dan berharga bagi Allah. Kesadaran ini memotivasi kita belajar dan berjuang meneladani hidup Yesus, Saudara sulung kita. Bagaimana Ia bersikap sebagai Putra yang dikasihi.  Yesus taat kepada kehendak BapaNya.

            Rasa takut pada Allah ini juga membantu kita menyadari kehadiran Allah dalam diri sesama. Bagaimana kita  menghargai dan mencintai mereka. Kasih kepada sesama juga dapat diungkapkan dengan cara menciptakan “home” dalam hidup bersama.  Dengan mengalami  “at home” kita dapat bertumbuh bersama menjadi autentik. Di dalamnya ada relasi yang sehat dan meneguhkan bahwa setiap ciptaan berharga di mata Allah.

Sr. Sisilia Andri SSpS

Rasa takut dan kecemasan

19 October 2018

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)