Di negara-negara Barat kita terbiasa dengan fakta bahwa pendidikan sekolah gratis. Di Indonesia berbeda. Negara yang baru saja merayakan HUT ke-75 Republik Indonesia masih berkembang dan membutuhkan uang. Oleh karena itu, salah satu sumber penghasilan adalah pendidikan. Karena anak-anak dan remaja selalu ingin mendapatkan pendidikan. Akibatnya, orang tua siap membiayai pendidikan anak-anak mereka dari sekolah dasar. Jelas, biaya meningkat secara bertahap. Mulai dari beberapa ratus sebulan di sekolah dasar untuk sebulan, dan praktis tidak ada batas atas biaya sekolah di universitas. Misalnya, untuk masuk sekolah polisi, seseorang perlu membayar biaya masuk, sekitar Rp 200.000.000. Namun masih belum tentu apakah pemuda itu akan diterima. Bila mahasiswa berhasil melewati seluruh proses, maka dia juga bisa mendapat untung.

Oleh karena itu, para orang tua dengan sangat rajin bekerja untuk anak-anak supaya mereka mendapatkan pendidikan. Ada orang tua yang, sebagai petani, mampu menyekolahkan semua anaknya di perguruan tinggi yang bagus, padahal keluarga dengan banyak anak di wilayah timur Indonesia. Bahkan jika seorang ibu membesarkan anak-anaknya sendiri, dia mungkin masih membiayai kuliah untuk beberapa anaknya. Orang tua sering kali sangat menderita dan menawarkan hidup mereka untuk anak yang mereka cintai. Namun setelah lulus ada anak yang bersyukur atas pengorbanan orang tuanya, tetapi juga ada anak yang tidak mau kembali kepada orang tuanya dan memilih hidup yang lebih maju di ibukota Jakarta. Ada anak-anak yang bisa membalas cinta orang tuanya, tapi ada juga yang tidak merasa perlu berterima kasih.

Namun, selalu ada gunanya mendukung siswa yang cerdas dan miskin. Karena setiap orang adalah anugerah dari Tuhan dan setiap anak pantas dihormati dan bermartabat. Puji Tuhan, pada zaman ini kita mengalami damai sejahtera di Indonesia. Di bagian timur negara tidak ada banyak kasus virus Corona. Kehidupan biasa, miskin, sederhana, tanpa AC, terkadang tanpa akses air, tanpa listrik, tanpa akses jaringan, bisa sangat bahagia dan penuh optimisme. Tentu saja, setiap orang ingin memiliki akses yang sama ke budaya, pendidikan, dan kesehatan, tetapi realitas duniawi tidak seperti kebahagiaan abadi di kerajaan surga. Meskipun demikian, Penyelenggaraan Ilahi menjaga dunia, dan Allah Bapa memang mencintai semua anak-Nya yang menderita karena kemiskinan, terutama yatim piatu dan yang mengalami kekerasan.

Selalu ada orang seperti malaikat bagi mereka yang mengalami penderitaan dan kekurangan. Semoga.

Pendidikan di Indonesia

04 September 2020

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)