"Semoga kegelapan dosa dan malam tak beriman tersingkir di hadapan cahaya Sabda Allah dan Roh Rahmat. Semoga Hati Yesus hidup dalam hati semua manusia” (Santo Arnold Janssen)

Hari ini, pada Minggu Misi. Kita mengingatkan diri kita bahwa Gereja adalah misioner secara alami. Tanpa para misionaris (dalam pengalaman kami di Polandia, tanpa Santo Adalbert) Iman Kristiani tidak akan menjangkau hati kita.

Sekarang kita adalah pengikut Kristus – “bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan hidup kita” ( 2 Korintus 4). Para misionaris Sabda Allah bekerja di seluruh benua, hampir di 100 negara di seluruh dunia untuk lebih dari 100 tahun. Para misionaris Polandia juga dari awal abad ke-20. Kelompok besar yang pertama pergi ke Indoneai pada 1965, ketika pemerintahan komunis memberi ijin. Para misionaris kami dari seminari misi di Pieniężno memilih tiga negara dan para pemimpin yang memutuskan kemana mereka melaksanakan perutusan mereka.

Hal ini mirip dengan kasus saya ketika saya memilih tiga negara di Asia sebelum kaul kekal. Tetapi pembimbing rohaniku memutuskan bahwa lebih dahulu saya harus menyelesaikan studi doktoral saya, dan kemudian saya mendapat ijin untuk menjalankan misi di Ledalero, Flores, Indonesia

Sekarang, di seminari misi kami di Pieniężno hanya ada 8 seminaris dari Polandia dan 5 orang asing dari Indonesia, Ghana, dan Papua New Guinea. Namun, di negara-negara lain, seperti di  Afrika dan Asia, jumlah panggilan meningkat. Hanya di Indonesia, tahun ini kami mempunyai lebih dari 100 calon.

Membaca data statistik ini – kami, di Eropa dan Polandia, dapat mengalami persoalan untuk masa depan Gereja. Untungnya, para misionaris dari Asia dan Afrika datang ke sini untuk membantu kami. Orang Indonesia, Togo, Vietnam, dan India telah bekerja di Polandia selama bertahun-tahun.

Apa yang menjadi tugas misionaris kita di abad ke-21? Jawabannya diberikan kepada kita oleh Sabda Allah “ Baiklah kita berpegang pada pengakuan iman” dan “Marilah kita mendekati dengan keyakinan Hati Yesus yang penuh rahmat dan belas kasihan." Ya, kita juga harus menjadi misionaris dari dunia modern dalam keluarga kita, tempat kerja, sekolah, tetangga, dan sebagainya.

Namun, seseorang tidak dapat menjadi misionaris kecuali dia dipersatukan dengan Yesus Kristus melalui sakramen, dan terutama melalui Ekaristi. Mari kita berdoa dan memohon: "Perlihatkan kasih karunia Mu kepada mereka yang percaya kepada Mu, ya Tuhan" (Mzm 33). Amin.

Minggu Misi

20 October 2018

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)