Pagi ini suasana alam sekitar masih sunyi ketika kulangkahkan kaki menuju kapel. Kapel di mana aku dan keempat saudari yang mempersiapkan diri untuk perutusan misi memulai kegiatan harian. Tempat dimana setelah kami bekerja membantu komunitas  di sana kami duduk melingkar untuk syering pengalaman iman. Kapel dimana sebelum pindah rumah, menjadi tempatku dan para novis berdoa.

Suara kicau burung dan beberapa serangga di sekitar kebun biara terdengar nyaring sekali.  Udara pagi terasa begitu segar memberi semangat baru. Hening bersama Yesus dan merenungkan SabdaNya di awal hari kurasakan menjadi sarana untuk lebih mengenal diri dan kehendak Allah.

Sabda Allah hari ini mengundangku untuk belajar dari panggilan Paulus; bagaimana ia bekerjasama dengan karunia Allah, keterbukaan akan undangan Allah memampukan Paulus berbalik dari jalannya menuju jalan Allah. Dari Martha dan Maria dalam Injil Lukas 10:38-42 aku kembali melihat tentang panggilan pribadi dan identitas rohaniku.

Aku diteguhkan oleh banyak pengalaman dalam perutusan bahwa rahmat mendengarkan adalah kekuatan yang Allah berikan sekaligus dimintaNya dari saya. Dengan mendengarkan saya dibantu untuk bertumbuh menjadi abdiNya yang lebih berbelas kasih kepada sesama,  bertindak lebih tenang, siap sedia dan melakukan tugas dengan sukacita. Dengan mendengarkan ada ruang cukup untuk membaharui diri terus menerus berjuang bersama sesama menemukan kehendak Allah.

Sr. Sisilia Andri SSpS

Mendengarkan dengan Hati

09 October 2018

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)