Hari ini saya berkesempatan memberi rekoleksi kepada 23 orang dalam kelompok gabungan. Peserta dalam rekoleksi ini terdiri dari 5 orang Novis SSpS, 13 orang kelompok awam Abdi Roh Kudus dan  5 orang suster SSpS. Rekoleksi ini dikoordinir oleh kelompok awam Abdi Roh Kudus. Tema rekoleksi adalah “Membangun Persaudaraan dengan Sesama yang Berbeda Keyakinan”, sesuai dengan fokus SSpS tahun 2018 dari mandat kapitel umum ke-14.

Pembukaan rekoleksi dimulai dari kapel Novisiat dengan menyanyikan lagu pujian kepada Roh Kudus, membaca dan merenungkan Injil Markus 10: 35 – 45 kemudian sharing tentang harapan dan tujuan rekoleksi.

Setelah acara  di kapel, perjalanan dilanjutkan ke Pondok Pesantren “Manbaul Ulum” (bahasa Arab), yang berarti Sumber Ilmu. Pesantren ini berada di desa Sidomulyo. Jaraknya sekitar 15 menit perjalanan dari Novisiat ditempuh dengan mobil. Pesantren ini mendidik sekitar 300 siswa Santri putra dan putri dengan usia pendidikan dari Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi. Pemimpin pesantern KH. Hasyim Sirojudin, SH beserta keluarga mengelolah tempat pendidikan bagi para santri ini meneruskan karya pelayanan orang tua mereka. Sikap rukun di antara saudara ini yang menjadi kekuatan karya ini masih berlangsung sampai sekarang. Mereka mengungkapkan: “hidup yang singkat ini hendaknya bermanfaat bagi sesama, secara khusus dalam bidang pendidikan”. Semoga dengan banyaknya anak yang terbantu dalam pendidikan bisa menjadi berkat bagi bangsa Indonesia.

Kedatangan kami disambut dengan hangat dan terbuka. Kami duduk dalam lingkaran besar di sebuah aula yang beralaskan karpet. Perjumpaan diawali dengan perkenalan kemudian menyanyikan lagu Nasional Satu Nusa Satu Bangsa. Empat santri muda mempersembahkan sajian tari Sufi.  Dialog di antara kami semakin hangat dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh Pak Adam, seorang anggota awam Abdi Roh Kudus. Para Novis SSpS juga mempersembahkan lagu syukur dengan iringan gitar.

Klenteng Kwam Im Tong menjadi tujuan kedua setelah pesantren. Klenteng ini berpelindung pada Dewi Kwam Im, dewi belas kasih. Pak Handi besama tim pengurus klenteng mengajak kami berkeliling untuk mengenal tradisi doa mereka, ajaran nilai-nilai leluhur yang dibawa dari Tiongkok dan patung dewa-dewi yang mempunyai peranan membantu mereka berdoa kepada Yang Maha Esa. Altar nomor 1 yang berada di pintu masuk Klenteng adalah altar untuk pemujaan kepada Yang Maha Esa, nomor 2 kepada para suci dan ketiga kepada Dewi Kwam Im, pelindung klenteng, dst.

Usai berkeliling,  kami menikmati hidangan makan siang vegetarian dan kue-kue yang telah mereka siapkan. Meskipun sebagian besar ini adalah pengalaman pertama kunjungan ke Klenteng dan berjumpa dengan para pengurusnya, namun kami bisa saling berbagi cerita dalam suasana yang akrab.

Bukan sebuah kebetulan bahwa kegiatan rekoleksi ini bertepatan dengan Minggu Misi Sedunia ke-92 yang bertema “Wartakan Injil Bersama Kaum Muda”. Kehadiran para Novis SSpS dan para Santri sebagai orang muda menjadi teman perjalanan dalam rekoleksi ini untuk berbagi sukacita Injil. Perjumpaan dengan sesama yang berbeda hari ini juga menjadi kesempatan untuk mengumpulkan kembali, memaknai dan membaharui penyerahan para Abdi Roh Kudus dalam melayani dan memberi hidup.

Sr. Sisilia Andri SSpS

Melayani dan Memberi Hidup

21 October 2018

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)