Saat ini saya memiliki waktu yang penuh berkah di Pulau Flores, berada diantara anak-anak dan umat paroki yang mencintai para pastor, biarawati, dan misionaris. Mereka memberikan perhatian dan penghargaan khusus kepada tamu bule dari luar negeri. Itulah sebabnya saya senang dan bahagia disini. Sukacita saya tampak dalam foto-foto saya bersama mereka. Saya sudah berbahasa Indonesia dan dapat berbicara dengan mereka setiap hari. Mereka kagum dengan cara berbicara saya dalam bahasa Indonesia, meskipun terkadang saya berpikir bahwa saya harus banyak belajar bahasa indonesia. 

Setiap hari saya merayakan Ekaristi, dan pada hari minggu saya sudah berkhotbah secara spontan tentang kehidupan dan panggilan saya dalam bahasa Indonesia. Anak-anak suka menemani saya berjalan ke perbukitan, gua Maria dan gunung salib. Dari sana kami dapat melihat pemandangan yang indah sambil belajar kata-kata bahasa lokal dari mereka.

Saya juga punya banyak waktu untuk doa pribadi, meditasi, rosario di gereja, dimana saja yang biasanya tenang dan sepi.

Cuaca dan iklim juga cocok untuk saya disini. Kami berada di paroki Mangulewa-Bajawa. Disini saya harus memakai kaos kaki dan jaket untuk menghangatkan tubuh karena dingin. Makanannya enak, tetapi kadang-kadang saya membeli roti, mentega, dan susu. Produk dasar yang kurang disukai oleh orang Indonesia.

Saya bisa beristirahat, berdoa, belajar bahasa, mendaki gunung dan sebagainya. Terima kasih atas dukungan dan doa dari anda semua.

Kesaksian Hidup

04 July 2019

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)