"Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadaMu" (Luk 11:20). Dari ayat ini muncul dua pertanyaan dalam benakku: Mengapa meskipun Yesus dan Bapa adalah satu, Yesus tidak mengatakan bahwa Ia mengusir setan dengan kuasaNya? Apa hubungan antara Yesus yang mengusir setan dengan kuasa Allah dan hadirnya kerajaan Allah? 

Dua pertanyaan tersebut membantu kita untuk melihat sikap Yesus yang tegas dan jelas akan identitasNya sebagai Putera Allah. Kerendahan hati dan pengosongan diri nampak dalam seluruh sikap hidup dan misiNya. Ia selalu mengandalkan Bapa. Yesus sadar misiNya berasal dari Allah, dilakukan dalam nama Allah dan mempunyai tujuan bagi kemuliaan Allah.

Kerendahan hati membuka ruang yang cukup bagi kehadiran Allah. Apabila Allah hadir, nyatalah bahwa Kerajaan Allah kita alami. Kerendahan hati berlawanan dengan sikap sombong manusia. Sikap sombong menjadi salah satu gambaran setan yang ada dalam hati manusia yang sifatnya memecah belah.

 

Sr. Sisilia Andri SSpS

Kerendahan Hati

13 October 2018

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)