Selasa, 15 Januari 2019 kita merayakan pesta St. Arnoldus Janssen pendiri SVD, SSpS dan SSpS AP. Perayaan penuh syukur dan sukacita. Di komunitas Novisiat SSpS Maria – Yosepha kami mempersiapkan dan mengalami Pesta Bapak pendiri dengan Triduum, Ibadat sore pertama, kedua dan acara makan malam di luar komunitas, di sebuah depot bakso sederhana. Bersama komunitas SSpS di kota Batu, perayaan kami adakan dalam ibadat pagi, Perayaan Ekaristi pada pukul 06.00 WIB dilanjutkan dengan makan pagi bersama. Menjelang siang, pada pukul 11.00 kami merayakan kebersamaan dengan keluarga besar SVD Seminari Tinggi Surya Wacana, Malang dalam Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan makan siang. Pesta rohani dan jasmani ini sederhana, namun indah. Perjumpaan dengan Saudara dan Saudari membawa inspirasi dan kesegaran baru dalam melanjutkan misi Yesus dalam realitas di komunitas.Isi perayaan St. Arnoldus Janssen tahun ini bagi saya mempunyai 3 pesan penting dan menarik, yaitu mengenang kembali, bersyukur dan membaharui diri

Proses mengenang kami lakukan dengan membaca kembali kisah hidup St Arnoldus Janssen, berdoa bersama dengan perantaraannya, dan membatinkan nilai-nilai luhur yang diwariskan. Secara personal saya juga dihantar untuk mengenang kembali pengalaman pertama saya mengenal Bapak Arnoldus Janssen di Paroki Gereja Gembala Yang Baik Surabaya yang digembalakan oleh para Imam SVD. Saat itu saya masih di sekolah dasar. Setiap tanggal 15 Januari foto St. Arnoldus Janssen dipasang di depan Ambo dan dihias dengan bunga-bunga dan dekorasi yang indah. Saya bersyukur karena secara perlahan semangat hidup berkomunitas, penggembalaan yang baik dan kesetiaan pada Sabda yang diteladankan oleh para Imam SVD di paroki kami waktu itu secara perlahan tertanam dalam hatiku. Rupanya tanpa sadar semangat ini juga yang menghantar saya menjadi SSpS.

Hati bersyukur mengenang kembali berkat-berkat yang mendekatkan saya pada Allah, komunitas dan kongregasi. Anugerah hidup, kesehatan, panggilan dan berbagai berkat baik kecil maupun besar. Kasih dan kesetiaan Allah sungguh memampukan kita untuk berjalan dalam jalanNya. Semakin bertambahnya usia dan pengalaman hidup, saya semakin menyadari bahwa tanpa kerahiman dan kasih setia Allah tak mungkin saya sanggup selalu berada dalam jalanNya. Hati yang penuh syukur membuat kita bahagia, bahkan kadang tidak perlu ada alasan karena apa.

Kesempatan mengenangkan kembali semangat hidup St. Arnoldus Janssen dalam rasa syukur mengundang saya bersemangat membaharui diri secara terus menerus seperti diungkapkan Bapak Arnoldus “jiwa manusia harus sampai pada tingkat dimana ia seluruhnya dapat diliputi terang”

Semoga dengan doa dan berkat perlindungan St. Arnoldus Janssen kita semakin bertumbuh dalam pewartaan kabar sukacita Allah di zaman ini. Bersumber pada relasi Allah Tritunggal dengan tujuan berfokus pada kehendak Allah, berciri khas kesiapsediaan diutus dan bercita rasa interkultural.

 

Sr. Sisilia Andri, SSpS

Isi Sebuah Perayaan

18 January 2019

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)