Ayo segera mencintai sesama, mereka pergi begitu cepat” (kata Pater Jan Twardowski). Pemakaman adalah sebuah tempat dimana kita dapat menunjukkan kasih kepada mereka yang telah meninggalkan kita. Di sebuah makam, kita dapat merenungkan kasih kita bagi orang-orang yang hidup bersama kita, terlebih mereka yang telah meninggalkan “dunia nyata” Kita harus bertanya pada diri kita apakah kita tidak berjalan terlalu cepat dalam hidup kita sehingga kita lupa tentang sesama yang hidup di sekitar kita dan mereka yang telah ada di surga. Dan apakah kita tidak terlalu banyak berfokus pada diri kita sendiri dalam rangka untuk mencapai hasil dan memiliki lebih dan lebih?

Di makam, kita melihat hidup dari sisi yang berbeda – dari sisi kekekalan. Dimana, yang diperhitungkan hanya cinta – TIDAK lebih, karena – seperti Rasul Yohanes tuliskan – “iman dan harapan akan berlalu, tetapi cinta akan tinggal tetap”.

Di banyak negara misi seperti di Afrika dan Asia – dimana pengertian makam tidak seperti pengertian kami, tetapi orang mati dimakamkan di sekitar rumah. Para leluhur dalam cara ini tetap menyertai keluarga dalam hidup harian. Dimana tidak ada batasan yang jelas antara dunia orang mati dan yang hidup. Persatuan dengan para Kudus lebih nyata daripada di negara-negara kami Eropa. Peninggalan-peninggalan anggota keluarga yang lebih tua yang telah meninggal ada di kebun. Oleh sebab itu, lebih mudah bagi orang-orang untuk mengingat tentang keterkaitan dengan dunia dimana Santo-Santa dan Beato-Beata kita hidup.

Hal itu adalah baik bahwa kita datang ke makam – ke kebun yang istimewa ini bersama kakek-nenek, orang tua, saudara dan saudari, anak-anak untuk menyalakan lilin dan berdoa bagi mereka. Karena doa juga sebuah ungkapan cinta yang lembut bagi mereka yang paling membutuhkannya.

Hari Semua Orang Kudus

01 November 2018

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)