Pada saat kita merenungkan Doa Bapa Kami, doa yang diajarkan Yesus kepada para muridNya dan kepada kita zaman sekarang pasti kita masing-masing pernah mempunyai pengalaman iman yang hidup akan doa ini. Bisa dibayangkan betapa gembiranya saat pertama kali dalam hidup kita dapat mengucapkan doa ini secara utuh. 
Pengalaman iman akan doa Bapa Kami yang hari ini ingin saya bagikan adalah kesadaran bahwa doa ini adalah doa komunio yang bersumber dari relasi kita dengan Allah. Doa yang bersifat komunio secara sederhana dapat dilihat dari subyek yang dihadirkan, yang sedang berkomunikasi dengan Allah adalah kami (jamak). Bersumber dari relasi dengan Allah sebagai pusat karena Allah mendapat tempat yang utama dan pertama. Disini kita menjadi sadar bahwa panggilan hidup manusia adalah  untuk memuliakan Allah.
Komunio dengan Allah mengundang kita berkomunio dengan sesama. Sesama terdekat yang dianugerahkan Allah dalam hidup kita adalah orang-orang yang dikirimkan Allah menjadi bagian dalam hidup kita saat ini.
Ketika kita fokus akan panggilan dan perutusan kita, ada kesadaran dan undangan untuk memperhatikan kebutuhan-kebutuhan mendasar komunitas kita; rejeki secukupnya, pengampunan dan belas kasih serta kekuatan iman untuk menghadapi godaan.
Yesus mengajarkan kepada kita sarana berkomunikasi dengan Allah  BapaNya dengan bahasa yang sederhana, singkat, lugas dan terfokus. Terima kasih Yesus atas warisan doa yang Kau ajarkan ini. Semoga dengan mendoakan Doa Bapa Kami secara sadar kami semakin mengerti kehendakMu atas diri kami.

Sr. Sisilia Andri SSpS

Doa Bapa Kami

10 October 2018

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)