Salam dari Flores. Untuk saat ini kami aman. Semuanya baik-baik saja. Pada akhir Maret tahun ini saya berangkat dari Seminari Tinggi Ledalero. Saya berjalan ke biara kontemplatif SSpS AP di Ruteng. Di sana saya tinggal selama dua minggu dan punya waktu untuk retret pribadi sebelum Paskah. Dalam perjalanan saya mengunjungi seorang misionaris SVD dari Polandia - pater Stefan Wrosz SVD di Kisol, Manggarai. Sesudah retret saya pergi ke Roe di mana ada Pondok SVD supaya bertemu dengan pater Tadeusz Gruca SVD. Karena coronavirus, jalan di antara kebupaten ditutup, jadi saya tidak kembali ke Seminari Tinggi Ledalero.

Saya merayakan Pesta Paskah dengan pater Tadeusz di bagian tengah pulau Flores. Sejauh ini, hanya puluan kasus Covid-19 yang telah dilaporkan di seluruh NTT. Mereka adalah pekerja dari daerah lain di Indonesia yang baru saja kembali ke keluarga mereka. Mereka semua memiliki karantina.

Di pulau Flores ada hanya dua rumah sakit yang dapat mengobati orang yang terkena virus Corona. Satu terletak di kota Maumere dan yang lainnya di Labuan Bajo. Pertemuan di gereja atau stasi misi selama lebih dari sebulan dilarang. Setiap orang harus menjaga jarak yang aman. Situasi terus berkembang.

Namun, di negara seluas Indonesia, hanya ada lebih dari 14.000 kasus. Ini mengisi kami dengan optimisme untuk masa depan. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi kami percaya pada Tuhan dan berdoa untuk mengakhiri pandemi virus corona dengan cepat. Dengan doa dan berkah Tuhan. Amin.

Berita Baru

12 May 2020

trzebuniak@werbista.pl

Twitter

Facebook 

Linkedin

Google+

Doa Serikat Sabda Allah

 

Semoga tersingkirlah kegelapan dosa dan malam tak beriman
di hadapan cahaya
Sabda Allah dan Roh Rahmat
dan semoga hati Yesus hidup
dalam hati semua orang.

 

(Santo Arnold Janssen)